Gak Ada The Peak … Kampung Daun pun Jadi

22 09 2007

Enaknya menjadi karyawan STT Telkom (selanjutnya disebut STT)…Alhamdulillah🙂

Biar tidak jenuh karena selalu serius di STT :p, maka sesekali rapat diadakan di luar kampus. Seperti hari ini, hari Sabtu tgl 25 Agustus 2007. Dosen-dosen dan tenaga administrasi teknik Informatika STT berencana akan melakukan workshop kurikulum sekaligus syukuran (pembubaran) KNSI 2007 di The Peak …Ad yang tau the Peak? sesuai dengan namanya The Peak memang terletak di dataran tinggi Bandung Utara, kira-kira 15 menit dari Terminal angkot Ledeng. The Peak adalah kompleks rekreasi terpadu antara restoran, tempat melihat pemandangan dan vila keren yang berada di atmosfir yang sejuuuukkkk..


Rombongan IF STT janjian kumpul di IF, Ged A pukul 09.00. Itu berarti 15 menit lagi. Dgn semangat aku melakukan stretching dan kemudian mandi di kamar mandi tetangga berhubung air di bath tub bak kamar mandi ku abis dan apessnya lagi pompa air kost mendadak mati. 09.05 aq udah berada di Ged A dan lalu bercanda gurau dengan civitas academica IF STT. Rombongan yang akan berangkat berjumlah 25 orang dan terdiri dari 6 mobil dan 4 motor. Hampir semua anggota rombongan naik mobil; cuma 4 orang yang keukeh naik motor, mereka adalah *bagindokemas, p Jakaria, p Catur dan p Iwan.

Seharusnya kami berangkat bareng, tapi karena aq ud gak tahan lagi pengen touring dengan megapro ku yang belum pernah diajak jalan jauh, maka aq memutuskan untuk berangkat duluan. “Jangan lupa mas, klo pake motor lebih cepat lewat Cimahi, trus Cibabat lanjut ke cihanjuang nanti baru tembus ke The Peak”, saran bu santi padaku. “kalo ke cimohai eh cimahi mah udah sering, tapi cibabat, cihanjuang..aq baru denger temoat seperti itu”, bisik batinku.

Dengan bermodalkan nekat.. aq pun langsung tancap gas …di perempatan Sukarno Hatta, aku belok ke kiri lurus terus melewati perempatan leuwi panjang, Cibaduyut.Perjalanan lancar, aq sangat enjoy menikmati udara segar yang masuk lewat celah2 di helmku. Kecepatan motor selalu kujaga tidak lebih dari 60 km/jam.. dengan demikian aq bisa lebih seksama menikmati pemandangan di depan, kiri dan kanan motor. Sampai di kota Cimahi, aq mulai bingung dan akhirnya menepi bertanya pada bapak ibu penjaga warteg. “Oh, mau ke cihanjuang ya sep.. lurus aj terus, nanti pas ketemu Rumah Sakit Cibabat langsung belok kanan”, ucap bapak ibu tersebut. Setelah berhatur nuhun, aq pun langsung bergerak lurus ke depan. Tak berapa lama, aq melihat rumah Sakit Cibabat.. aq pun langsung belok kanan.. “sip, kayaknya bentar lagi aq bakal nyampe The Peak ni…” Eh, ternyata lagi-lagi aq over pede :p, karena di depanku terhampar jalan yang agak kecil dan terus menanjak…10 menit lamanya aku menapaki jalan ini..dan akhirnya aku menemukan tikungan super tajam … aku tidak siap… sehingga persneling blm smpt kupindah, gas udah terlanjur digeber..dan motorku mati di tengah2 tikungan super tajam. Aku segera menepikan motorku ke warkop (warung kopi) yang ada di pinggir tikungan. Karena aku belum sarapan, aku pun menyerbu bala-bala (gorengan) yang dijajakan di tengah perbukitan itu. Hmm enak sekali rasanya makan bala-bala ditemani semilir angin perbukitan…

7 menit berlalu, motorku bisa menyala lagi mesinnya. Aq pun melanjutkan perjuanganku menemukan the peak. Dan Alhamdulillah setelah total 20 menit melalui perbukitan Cihanjuang, aq berhasil menemukan pak Dinta en Friends di the Peak.. Hehe, lucunya karena The Peak mendadak dibooking ama pasangan yang mo married, maka rombongan STT ini pun tergusur…kami pun keluar dari the peak dan menapaki jalan yang turun mencari kampung daun. Setelah ketemu kampung daun, barulah acara syukuran KNSI (Konferensi Nasional Sist Informasi) 2007 dimulai. Karena perut kami lapar dan kondisi fisik yang cukup terforsir mencari the peak dan lalu mencari kampung daun, maka semua hidangan yang dibawa para pelayan habis tanpa ada remahnya sedikitpun :p.

Demikianlah, kami pun pulang kembali ke STT Telkom dengan perut yang kenyang dan perasaan yang happy ever after ..


Actions

Information

One response

3 10 2007
bakazero

wah, makan bala-bala memang menyenangkan kalo di daerah perbukitan. Kemaren waktu di Puntang juga dah nyoba… asik!
(padahal khan emang yang siap tersedia disantap cuma gorengan bala-bala CS… lebih enak lagi kalo makan mie rebus… hihi…)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: