Kegiatan Kemahasiswaan sebagai ‘magnet’ bagi perekrutan calon mahasiswa baru

3 11 2007

Headline tulisan ini melintas begitu saja di otakku ketika aku sedang makan di rumah makan padang Beringin, Salatiga.
Pagi itu, 1 November 2007, i’m on duty mengomandoi kontingen mahasiswa STT Telkom yang sedang mengikuti Kompetisi PIMNAS IT di UKSW Salatiga yang berlangsung dari tanggal 29 Okt – 2 November 2007.


Di tahun 2007 ini, hampir setiap bulan aq menemani / mengomandoi kontingen mahasiswa STT Telkom pada berbagai lomba. Telah banyak prestasi yang mahasiswa-mahasiswa STT Telkom dapatkan dan semua itu sangat membanggakan bagiku. Namun dari satu lomba ke lomba lainnya aku mulai berpikir, sebenarnya apa sih manfaat dari keikutsertaan mahasiswa STT Telkom di berbagai kompetisi bagi STT Telkom itu sendiri ?

1.Nama Besar ??
itu jelas. Berkali-kali mahasiswa dari universitas lain menanyakan kepadaku, “pak, mahasiswa dari STT Telkom yang ikut lomba ini angkatan berapa” ? “2005,2006, 2007” jawabku. Seringkali aq melihat ekspresi keterkejutan dan kekaguman di mata mereka. “Gila, anak2 angkatan baru udah bisa pemrograman yang kayak beginian..”, decak mereka kagum

2.Makin berprestasi mahasiswanya, makin naik akreditasi ??
Tidak ada kaitan langsung antara prestasi mahasiswa dengan akreditasi institusi. Tapi, kegiatan kemahasiswaan secara umum merupakan poin penilaian tersendiri dalam penentuan akreditasi suatu perguruan tinggi.

3.Mendatangkan profit bagi STT Telkom ??
Di setiap kompetisi, STT Telkom pasti akan mengeluarkan dana untuk membiayai kontingen STT Telkom sendiri. Dan, pastinya setiap hadiah yang didapat oleh kontingen STT Telkom merupakan hak dari mahasiswa peraih hadiah itu sendiri. Jadi, darimanakah STT Telkom memperoleh keuntungan dari prestasi-prestasi yang didapat mahasiswanya ?

STT Telkom tahun depan (2008) akan menjadi Institut Teknologi Telkom (ITT). Perubahan status tersebut tidak hanya berarti perubahan nama, tetapi juga akan berimplikasi terhadap :

1.penambahan student body                                                                      

ITT harus mendapatkan minimal 2000 student. Wow, sepertinya panitia PMB (Penerimaan Mahasiswa Baru) ITT harus bekerja keras dua kali lipat dibandingkan dengan tahun 2007.

2.naiknya tuition fee (tahun 2007 4 jt/sem, bgmn tahun 2008 ?? )
dengan naiknya tuition fee (menjadi sekitar 4,5 jt/sem – 5 jt/sem), maka peminat ITT bisa dipastikan mayoritas akan berasal dari golongan kaya (bisa jadi anaknya pintar atau miskin) dan golongan menengah ke bawah tapi anaknya pintar bgt ..

Nah, untuk meringankan beban panitia PMB tersebut, ada baiknya STT Telkom rajin mempublish prestasi-prestasi mahasiswanya di tingkat nasional maupun internasional di berbagai media massa. Prestasi-prestasi tersebut secara tidak langsung mencerminkan kegiatan kemahasiswaan yang sangat aktif di STT Telkom.

Di era informasi dan blogging seperti sekarang ini, para siswa SMA (mayoritas di perkotaan) memiliki akses yang tidak terbatas terhadap kumpulan informasi. Mereka memilih perguruan tinggi tidak lagi hanya berdasarkan kualitas perguruan tinggi dan tingkat penerimaan dunia industri terhadap lulusan perguruan tinggi tersebut, tapi mereka juga mempertimbangkan nilai tambah apa yang bakal mereka didapatkan ketika mereka berada di perguruan tinggi tersebut.

Kegiatan kemahasiswaan yang selama ini dianggap lebih menguntungkan mahasiswa ketimbang institusinya dapat digunakan untuk menarik minat para calon mahasiswa untuk masuk ke STT Telkom.

Contoh :
1.Binus. Mereka memiliki komunitas ACM programming yang maju…sehingga para jebolan TOKI berminat melanjutkan kuliah ke sana ..
2.UI. Ilkomp UI memiliki komunitas Microsoft Innovation Center yang maju sehingga bisa menarik minat anak2 yang ITfreakz ..
3.IPB. mereka memiliki mekanisme pengglembengan mahasiswa yang cukup bagus, sehingga di setiap PIMNAS, mereka selalu menyabet banyak penghargaan

Bagaimana dengan STT Telkom sendiri ? STT Telkom punya hampir semua jenis Unit Kegiatan Kemahasiswaan .. mulai dari bela diri ..kita punya UKM Judo yang sudah berprestasi, komunitas maya .. kita punya portal mahasiswa terbesar di Indonesia (students.stttelkom.ac.id) .. kebudayaan … kita punya SWS yang sering nanggap di festival Braga tiap tahunnya …penalaran .. kita punya programming club yang selalu melahap setiap jenis kompetisi pemrograman .. Senat Mahasiswa .. kita punya BEM yang bisa kita banggakan.

Dengan segenap potensi yang dimiliki STT Telkom di bidang kemahasiswaan seperti tersebut di atas, saya optimis kita bisa menarik minat para calon mahasiswa yang memilih perguruan tinggi juga berdasarkan nilai tambah yang mereka dapatkan di perguruan tinggi.

.: Viva Kegiatan Kemahasiswaan :.
.: Viva STT Telkom :.


Actions

Information

One response

7 04 2008
agus

Selamat siang,

Pak Kemas Rahmat, perkenalkan saya Agus Rakasiwi. Saya wartawan Pikiran Rakyat.

Kebetulan sekali saya sedang mencari beberapa hal tentang STT Telkom. (Yang Katanya sekarang berubah menjadi Institut Telkom ya?). Setelah saya baca tulisan yang anda posting tahun lalu ini. Mungkin saja saya bisa ngobrol lebih lanjut tentang persoalan hasil-hasil pimnas terhadap produktivitas kampus sendiri.

Nah, jika berkenan. Bisa hubungi saya lewat email: agus_news@yahoo.com
telp: 022-70422998

hatur nuhun…

Selamat siang

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: