STT Telkom Berubah Menjadi Institut

19 03 2008

STT Telkom sebagai institusi pertama yang memiliki reputasi tinggi dalam penguasaan bidang Infokom bertekad untuk menjadi World Class University (WCU). Proses ini ditempuh melalui tiga tahapan pengembangan hingga 2017, yaitu dengan strategi utama pertumbuhan berkelanjutan, pencapaian kualitas terbaik, serta penciptaan ilmu pengetahuan dan teknologi. Satu tahapan penting dari langkah itu adalah mengembangkan STT Telkom menjadi Institut Teknologi Telkom (IT Telkom) yang diharapkan proses pengurusannya dapat diselesaikan pada tahun 2008.

Perubahan STT Telkom menjadi Institut semula ditargetkan pada tahun 2009. Merujuk pada rencana strategis Yayasan Pendidikan Telkom (YPT) 12 tahun ke depan lewat Rencana Induk Pengembangan (RIP) YPT tahun 2006-2017 yang terbagi dalam tiga Rencana Empat Tahun (Reneta), YPT menargetkan STT Telkom menjadi WCU tahun 2017. Dalam Reneta I 2006- 2009, YPT yang menaungi STT Telkom, meminta program perubahan STT Telkom menjadi institut dipercepat pada tahun 2008, lantaran secara internal kelembagaan, akademik maupun finansial, STT Telkom sudah siap menjadi institut.

Dari delapan Program Studi (PS) yang ada dan jumlah alumni sebanyak 9.074, STT Telkom sudah memenuhi persyaratan untuk menjadi institut sesuai Kepmen No. 234/U/2000 tentang Pedoman Pendirian Perguruan Tinggi. Diharapkan pada Januari 2008 STT Telkom sudah bisa launching menjadi institut, sehingga dapat diakomodasi pada penerimaan mahasiswa baru Tahun Akademik (TA) 2008/2009. Proposal yang disusun oleh Tim pembentukan institut sejak Agustus-Oktober 2007 dan dikirimkan akhir Oktober 2007 akan masuk tahap analisa dan evaluasi oleh Direktorat Akademik serta Kelembagaan Dikti selama dua bulan, dan pada akhir Desember 2007 diharapkan ijin perubahan tersebut dapat disahkan.

Kesiapan STT Telkom menjadi institut ditunjukkan antara lain dari jumlah student body (mahasiswa yang sekarang belajar) yang telah mencapai hampir 6.000 orang, serta jumlah pendaftar calon mahasiswa mencapai 15.000orang/tahun dengan rasio antara yang diterima dan pendaftar sebesar 1 : 9, sehingga kualitas dari sisi masukan mahasiswa sudah sangat memenuhi. Faktor pendukung lain, ialah kualifikasi dosen STT Telkom telah mewakili lebih dari tiga kelompok disiplin ilmu yang berbeda di departemen teknik dan sains, juga positioning STT Telkom sebagai perguruan tinggi (PT) yang fokus pada bidang infokom sejak berdiri tahun 1990 sangat potensial untuk berkembang mengingat kuatnya dukungan industri telekomunikasi dan kewilayahan yang berada di kawasan pendidikan terpadu seluas 40 ha. Di samping memasukkan dalam jajaran the 50-Promising Indonesian Universities yang merupakan penghargaan dan harapan pemerintah terhadap STT Telkom untuk mampu berkiprah pada skala internasional dengan kapasitas kelembagaan setingkat universitas, Dirjen Dikti juga memberikan apresiasi pada pengembangan SDM dengan menjadikan STT Telkom sebagai satu dari 14 PT penerima Presidential Scholars Fund (PSF) atau beasiswa S3 bagi 27 dosen ke negara-negara maju seperti Amerika, Eropa Barat, Australia, dan Jepang.

Pada Juli 2007, STT Telkom berada pada rangking ke-6 PT di Indonesia dan 58 untuk tingkat Asia Tenggara menurut Webometrics, sebuah survey independen Spanyol, yang mengukur intensitas penggunaan IT di setiap institusi pendidikan di seluruh dunia. Jaringan kerja sama STT Telkom saat ini juga telah mencakup skala internasional dengan beberapa PT dan industri luar negeri. Ambil contoh Malaysia Multimedia University, Cosmopoint-Malaysia, RMIT Australia, University of Plymouth-Inggris, Han University-Belanda, ZTE University-Shenzen-China, UEC-Japan, Cisco-Amerika, SAP-Jerman dan SIGTech-Malaysia.

Masalahnya, berbagai kelebihan dan prestasi STT Telkom itu terbentur citra kelembagaan sebagai sekolah tinggi yang tidak dikenal komunitas internasional yang lebih familiar dengan institut atau universitas. Alhasil, perubahan STT Telkom menjadi institut tak bisa ditawar lagi. Sehingga bukan berlebihan bila para stakeholder utama STT Telkom dalam banyak kesempatan sering menyampaikan dukungan dan harapannya terhadap STT Telkom untuk secepatnya berkembang menjadi institut. Tak kurang dari Dirut PT Telkom selaku Ketua Dewan Pembina YPT dalam Wisuda Pascasarjana, Sarjana dan Ahli Madya, Sabtu (24/3), mengharapkan STT Telkom dapat menjadi institut bertaraf internasional. Komitmen dukungan PT Telkom atas harapan itu diwujudkan mulai TA 2007/2008 dengan menugaskan sejumlah pegawainya untuk kuliah S2 di STT Telkom dalam paket kelas internasional. Dengan berubah menjadi institut, STT Telkom akan menangguk banyak keuntungan. Sebut saja, cakupan program studi dan fleksibilitas lembaga meningkat lebih luas, sehingga kontribusi kelembagaan maupun pengembangan keilmuan akan lebih besar. Lalu, nama lembaga bakal lebih dikenal dalam pergaulan internasional, sekaligus meningkatkan citra dan prestise lembaga di mata stakeholder utama STT Telkom. Pada akhirnya potensi kerja sama strategis pengembangan lembaga menuju WCU akan menjadi lebih mudah dan terbuka, terutama dalam menanamkan kepercayaan pihak luar negeri untuk memberikan grant research, beasiswa, dan bantuan lain.

Sekalipun demikian, transformasi STT Telkom ke institut bukan sekadar perubahan nama dan organisasi, tetapi mesti diikuti perubahan budaya dan pola pikir semua sivitas akademika. “Sebagaimana disampaikan Direktur Direktorat Akademik Dikti, Dr. Ir. Tresna Dermawan Kunaefi, saat beraudiensi ke Depdiknas, hal paling berat dalam proses perubahan STT Telkom menjadi institut adalah transfer culture dan mindset SDM,” kutipnya, “Jangan sampai lembaganya telah menjadi institut, namun pola pikir dan budayanya masih sekolah tinggi.” Betapa tidak, sekolah tinggi lebih banyak ke arah pengajaran, sedang kajian institut lebih fokus dan dalam pada budaya riset. Dosen institut kelak harus berimbang dalam menjalankan fungsi tridarma PT di bidang pengajaran, penelitian, dan pengabdian masyarakat.

Kualitas pengajaran dosen akan dikembangkan berbasis riset, bukan text book. Artinya, pengajaran diperkaya dengan hasil-hasil riset, bukan bersandar pada apa yang diajarkan yang ada di buku, Staf non akademik juga akan berorientasi pada pelayanan unggul, tidak semata-mata memberikan pelayanan biasa seperti yang dilakukan selama ini. Sementara mahasiswa harus dipersiapkan untuk bisa berdaya saing di tingkat internasional.

Oleh karena itu, diharapkan perubahan STT Telkom menjadi institut harus didukung semua pihak yang berkepentingan.

–Tulisan ini diambil dari official website IT Telkom (www.stttelkom.ac.id

 


Actions

Information

6 responses

21 03 2008
g0En

brarti ntar kalo aku ama Mas’ud lulus…jadi lulusan IT Telkom ya?? keren juga yakkk.

22 03 2008
buncis

wow…!!! that’s awesome.
Lalu bapak Kemas kapan mau ambil beasiswa master di U.S/U.K..?? 🙂

Semangattt..!!!

23 03 2008
bagindokemas

@Buncis :
woii cisna …. apa kabar ??
Aq lagi nungguin acceptance letter dari Delft University, Belanda..
Kalau diterima di Delft, aq langsung brgkt ke londo september tahun ini. doa’in ya…

trims.

23 03 2008
bagindokemas

@GOEn :
Alhamdulillah goen..goen…
ternyata kamu punya keinginan lulus juga :p

25 03 2008
Buncis

@Bagindo.
Pasti lah, bro.
gw doain lo diterima di Delft. Itu universitas ngetop tuh.
byk mhs indo nya disana.
Nanti kalo gw jadi ditransfer ke Copenhagen.,kita janjian disana ya. Ahahahaha…

14 04 2009
roy sukro

kalo mau jadi world university, jangan maen di PT TELKOM dong..
yahh tahu2 aja kelakuan pejabat BUMN, kenapa aja ya gk sekalian IT Telefonica ato IT ORACLE ato IT Siemens…
kalo diganti mungkin yang laen pada lewat..
hehehe peace..
saya masih cinta sama kampus ini bagindo..
walaupum nulis comment ini VPN nya ngeseliiinmnnnn,,…!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s




%d bloggers like this: